logo.png

Sejarah Pengadilan

Written by Super User on .

Written by Super User on . Hits: 88

Sejarah Pengadilan

        Ajaran Islam masuk di daerah Barru pada abad ke-16 yang dibawa oleh Khatib/Ulama yang bernama Dato Bandang di Tanete Lalabata. Setelah Islam semakin berkembang maka dikenal adanya satu aturan Hukum, yaitu Hukum Islam.

         Pada zaman Hindia Belanda, Pengadilan Agama mulai dikenal oleh masyarakat Islam dengan nama Mahkamah Syari’ah. Tiap-tiap kerajaan mengangkat seorang Qadhi yang diserahi tugas memimpin sidang dan mempunyai wilayah yurisdiksi masing-masing, meliputi Kerajaan Tanete dengan wilayah yurisdiksi Tanete Rilau dan Tanete Riaja, Kerajaan Barru dengan wilayah yurisdiksi Barru, Kerajaan Balusu dengan wilayah yurisdiksi Kiru-kiru dan sebagian daerah Soppeng Riaja dan Kerajaan Nepo dengan wilayah yurisdiksi Nepo.

         Kerajaan Tanete dengan Qadhi bernama La Waru Dg. Teppu (abad ke-16), Kerajaan Barru dengan Qadhi bernama H. Jamaluddin (abad ke-20), Kerajaan Balusu dan Kiru-kiru/Soppeng Riaja dengan Qadhi bernama Coa (Tahun 1920), dan Kerajaan Nepo dengan Qadhi bernama H. Taberang (1928).

        Keempat Wilayah tersebut di atas masuk dalam Wilayah kabupaten Barru. Dengan demikian, wilayah yurisdiksi meliputi kerajaan dan tiap-tiap daerah kerajaan mempunyai seorang Qadhi dan dua orang Hakim anggota serta didampingi seorang sekretaris, mereka bersidang di serambi Mesjid sehingga Mahkamah Syari’ah di Barru sering dinamakan Pengadilan Serambi.

       Keadaan tersebut di atas berlangsung sampai zaman pemerintahan Jepang yakni tahun 1942 yang menetapkan bahwa semua undang-undang dan peraturan yang berasal dari pemerintahan Hindia Belanda tetap berlaku selama tidak bertentangan dengan kepentingan tentara Jepang.

          Pada saat Kemerdekaan Republik Indonesia belum ada aturan tersendiri yang mengatur tentang status dan keberadaannya sebagai lembaga Pengadilan Agama, Setelah keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 1957, maka Pengadilan Agama Barru masuk wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama Pare-pare yang terbentuk pada tahun 1958, selanjutnya dengan keluarnya surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 87 tahun 1966, maka Pengadilan Agama Barru berdiri sendiri dan memisahkan diri dari Pengadilan Agama Pare-pare pada tahun 1967 dan berkantor pada gedung Kantor Bupati Barru selama 10 tahun, lalu pindah ke Kantor Departemen Agama sampai setelah berdirinya gedung Kantor Pengadilan Agama Barru yang diresmikan pada tahun 1980 oleh Direktur Badan Peradilan Agama Islam.

        Setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989, maka eksistensi Pengadilan Agama Barru sangat kuat dan telah melaksanakan putusannya sendiri, sehingga masyarakat telah menilai bahwa Pengadilan Agama Barru sudah sama dengan pengadilan lainnya.

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Barru

Jl. Sultan Hasanudiin No. 111

Telp: 0421-21771
Fax: 0421-21771

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Tautan Aplikasi

SIPP

Komdanas

SIKEP

SIMARI

LPSE

Info Perkara PA

PA Pangkep

PA Pare-Pare 

PA Sidrap

PA Makale

 

Pengadilan Agama@2018